Hujan-hujan enaknya makan sekuteng
Apalagi bareng roti kelapa
Kalo emang lu ganteng
Terus yang jelek kaya apa?
makan roti pakai sambel
makan telur pakai garem
kalo saya lagi kesel
mata suka merem
boleh sebrang ketengah pulau
kapal bercadik terbawa angin
hati bimbang ditanah rantau
mendengar adik hendak kawin
Minggu, 20 Desember 2015
Jumat, 18 Desember 2015
Makana Khas Bali
Untuk para pencinta kuliner, kalian jangan sampe ngga nyobain makanan khas Bali yang rasanya enak banget.
Ini ada beberapa rekomendasi makanan khas Bali ;
1. Ayam Betutu

Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh kabupaten di Bali. Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam payangan kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan di jual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tapi juga tamu manca negara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran. Betutu tidak tahan disimpan lama.
2. Bulung

Bulung adalah makanan khas Bali yang terbuat dari rumput laut hijau (Bali: bulung). Rumput laut disajikan utuh bersama dengan bumbu-bumbu.
Terdapat dua jenis rumput laut yang biasa digunakan sebagai bahan baku, yaitu bulung buni/ boni dan bulung rambut. Cara pengolahan dan penyajian keduanya berbeda.[1][2]
Bulung buni tidak dimasak melainkan dicuci dengan air panas. Bulung jenis ini disajikan dengan campuran parutan kelapa bakar, lengkuas, jahe, serai, potongan cabai, air jeruk limau, kemudian ditaburi kacang atau kedelai goreng di atasnya.[2]
Bulung rambut direbus sebentar sebelum digunakan. Bumbu yang digunakan adalah cabai, terasi, [[[gula|gula putih]], air jeruk limau, kemudian disajikan dengan kuah pindangatau kaldu yang terbuat dari ikan, garam, terasi, dan cabai, serta taburan kedelai goreng. Bumbu berkuah ini dituangkan ke dalam bulung yang telah ditempatkan di piring dan kemudian ditaburi kacang. Ketika disantap, rasa asin dari rumput Bulung dan kuah pindang sangat dominan.
3. Srombotan

Srombotan adalah sayuran khas Klungkung Bali, terbuat dari sayur buah botor muda atau paku, toge, kobis yang dimasak setengah matang. kemudian diberi bumbu disebut kalas yang terdiri dari santan yang diberi tumbukan kunyit, lengkuas, bawang merah dan bawang putih, ketumbar dan sedikit kencur. Cara memasaknya yaitu degan dimasak hingga kental. Kalas inilah yang menjadi ciri khas serombotan yang kalau dihidangkan harus menggunakan kacang goreng dan nasinya bercampur ubi jalar atau nasi oran sele orang Bali menyebutnya. Sayur ini sudah mendunia, karena restorant Made dan beberapa restorant di Bali menjadikannya sebagai hidangan utama pada menunya. Adalah Bondan WInarno pembawa acara wista kuliner di trans tv yang memberikan istilah MAKNYUS alias enak murah dan enak untuk Srombotan ini. Dia seakan menjadi icon utama dibalik kelesatan sayuran di Bali saat ini
4. Nasi Jenggo

Nasi jenggo (atau nasi jinggo) adalah makanan siap saji khas Bali yang dikemasan daun pisang dengan porsi kecil. Sebelum krismontahun 1997, nasi jenggo dijual per porsi seharga Rp 1500,- (dalam bahasa Hokkien, jeng go memiliki arti "seribu lima ratus"). Kini, harga satu porsi nasi jenggo adalah sekitar Rp 2000,- sampai Rp 4000,-. Karena porsi nasi jenggo sangat sedikit, pembeli biasanya membeli nasi jinggo sebanyak beberapa bungkus agar dapat kenyang.
Selain dijual di jalan, kini nasi jinggo menjadi sajian alternatif untuk berbagai upacara religius seperti ngaben, perayaan ulang tahun, dan rapat.
Minggu, 06 Desember 2015
PUISI
HARAPANKU
oleh: Reza Fadil M & Fajar Saputro
yang kini sedang dilanda rindu
rindu kau dulu yang membuatku tersipu
dan kau yang slalu di pikiranku
namun kini ku hanya bisa menunggu
menunggu agar kau bisa kembali kepadaku
menanti mu
menantikan kehadiran mu
kaulah inspirasiku
kaulah mentari hidupku
yang membuatku mengerti
indahnya mencintai dan dicintai
kuharap kau mendengar suara hati ku
suara harapanku untuk bisa kembali kepadamu
PUISI
WANITA SEKUAT BAJA
Oleh : Reza Fadil M
semenjak aku beranjak dewasa
engkaulah satu-satunya penyemangat hidupku
mengajari, menafkahi, menghidupi hidupiku
semua kau korbankan demi kebahagianku
dengan rambut yang mulai memutih
kau tetap berjuang demi kesuksesanku
dengan kulit putihmu yang mulai menua
kau tetap bertahan menjalani ini semua
walau kau menghidupiku sendiri
tak pernah lelah mengais rezeki
air terkadang menetes dipipi
saat kau berdoa pada sang ilahi
aku akan berjanji
bilaku sukses nanti
kau satu-satunya bidadari
yang slalu ada dihati
Oleh : Reza Fadil M
semenjak aku beranjak dewasa
engkaulah satu-satunya penyemangat hidupku
mengajari, menafkahi, menghidupi hidupiku
semua kau korbankan demi kebahagianku
dengan rambut yang mulai memutih
kau tetap berjuang demi kesuksesanku
dengan kulit putihmu yang mulai menua
kau tetap bertahan menjalani ini semua
walau kau menghidupiku sendiri
tak pernah lelah mengais rezeki
air terkadang menetes dipipi
saat kau berdoa pada sang ilahi
aku akan berjanji
bilaku sukses nanti
kau satu-satunya bidadari
yang slalu ada dihati
Chord Ipang - Sahabat Kecil
Chord Ipang - Sahabat Kecil
Ini adalah salah satu soundtrack film terkenal Laskar Pelangi. Lagu ini menceritkan kisah persahabatan sejak kecil yang kenangannya akan selalu diingat.
[intro] A D 2x
A Bm D
baru saja berakhir
A Bm D E
hujan di sore ini
C#m D
menyisakan keajaiban
Bm C#m D E F#m
kilauan indahnya pelangi
A Bm D
tak pernah terlewatkan
A Bm D E
dan tetap mengagumiNya
C#m D
kesempatan seperti ini
Bm C#m D E A
tak akan bisa dibeli
E-D C#m
bersamamu kuhabiskan waktu
Bm A E
senang bisa mengenal dirimu
D C#m
rasanya semua begitu sempurna
Bm C#m Dm
sayang untuk mengakhirinya
[interlude] A A
A E D
F#m D E
A Bm D
lawan keterbatasan
A Bm D E
walau sedikit kemungkinan
C#m D
takkan menyerah untuk hadapi
Bm C#m D E
hingga sedih tak mau datang lagi...
A D A D
D C#m
bersamamu kuhabiskan waktu
Bm A E
senang bisa mengenal dirimu
D C#m
rasanya semua begitu sempurna
Bm C#m Dm
sayang untuk mengakhirinya
A
janganlah berganti
A
janganlah berganti
A
janganlah berganti
F#m D E
tetaplah seperti ini
A E D
A C#m D
A E D
A C#m D E
[ending] A D 4x
A E D
Bm
A Bm D
baru saja berakhir
A Bm D E
hujan di sore ini
C#m D
menyisakan keajaiban
Bm C#m D E F#m
kilauan indahnya pelangi
A Bm D
tak pernah terlewatkan
A Bm D E
dan tetap mengagumiNya
C#m D
kesempatan seperti ini
Bm C#m D E A
tak akan bisa dibeli
E-D C#m
bersamamu kuhabiskan waktu
Bm A E
senang bisa mengenal dirimu
D C#m
rasanya semua begitu sempurna
Bm C#m Dm
sayang untuk mengakhirinya
[interlude] A A
A E D
F#m D E
A Bm D
lawan keterbatasan
A Bm D E
walau sedikit kemungkinan
C#m D
takkan menyerah untuk hadapi
Bm C#m D E
hingga sedih tak mau datang lagi...
A D A D
D C#m
bersamamu kuhabiskan waktu
Bm A E
senang bisa mengenal dirimu
D C#m
rasanya semua begitu sempurna
Bm C#m Dm
sayang untuk mengakhirinya
A
janganlah berganti
A
janganlah berganti
A
janganlah berganti
F#m D E
tetaplah seperti ini
A E D
A C#m D
A E D
A C#m D E
[ending] A D 4x
A E D
Bm
sumber:
http://www.chordfrenzy.com/chord/1373/ipang-sahabat-kecil-ost-laskar-pelangi
Selasa, 24 November 2015
MUSEUM KEPRAJURITAN (TMII)
MUSEUM KEPRAJURITAN INDONESIA
Oleh
:
Aflil Satria 10515241
Aristha J Kusuma 11515022
Reza Fadil M 15515826
Sarah NH 16515398
Shabrina Tsabita 16515503
Museum
Keprajuritan Indonesia, terletak di Kawasan Taman Mini “Indonesia Indah”, Kecamatan
Cipayung, Jakarta Timur. Letak museum ini diantara Museum Transportasi dan
Kawasan Museum Pusaka dan Dunia Air Tawar. Museum Keprajuritan Indonesia buka
pada
hari
Selasa – Minggu puku 09.00
- 16.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp 2.500/orang.
Arsitekturnya
berbentuk benteng persegi lima di atas tanah seluas 4,5Ha dengan luas bangunan
5.500,7 meter persegi. Di dalam bangunan tersebut menggambarkan jiwa dan
semangat keprajuritan Bangsa Indonesia yang merupakan dinamika penggerak dan
perjuangan mengusir penjajah dalam upaya menegakkan martabat dan kedaulatan
wilayah tanah air.
Makna bangunan tersebut melambangkan
pertahanan bangsa Indonesia serta berfungsi sebagai alat menangkal dari segala
bentuk dan hakekat ancaman. Setiap benteng terdapat lima bastion atau menara
pengawas yang melambangkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman, gangguan,
hambatan, dan tantangan terhadap kedaulatan Indonesia.
Di halaman depan terdapat danau buatan
dilengkapi dermaga mini yang melambangkan tanah air Indonesia terdiri dari
berbagai pulau dan lautan serta kesibukan kemaritiman bangsa Indonesia dengan
maksud penyajiannya menggambarkan nilai bahari yang dilengkapi dua kapal
tradisional Phinisi (Bugis) dan Banten (Jawa Barat), keduanya
melambangkan kekuatan armada maritim
bangsa Indonesia di kawasan Barat dan Timur.
Terdapat
juga Ruang Pamer yang terdapat di bagian dalam museum yang menampilkan 14
(empat belas) diorama perjuangan. Ditampilkan juga replika dari senjata,
meriam, pakaian perang, panji-panji pertempuran, formasi tempur dan busana
prajurit tradisional yang di peragakan oleh boneka peraga. Di bagian tengah
bangunan terdapat lapangan terbuka yang berisi panggung acara dan dikelilingi
oleh 23 (dua puluh tiga) patung pahlawan nasional.
Letaknya yang
strategis sehingga sangat mudah diakses. Disarankan untuk orang awam yang belum
mengetahui kondisi Jakarta bisa menggunakan Transportasi yang berAplikasi
sehingga lebih praktis dan hemat, salah satunya adalah Gojek kalau untuk
sendiri. Kalau beserta rombongan bisa menggunakan Grabtaxi.
Info lebih lanjuthubungi :
Telp. 021-8401080
Faks. 021-8401080
Website: www.sejarahtni.mil.id
Sabtu, 17 Januari 2015
Mendikbud: Pemerintahan Baru Lanjutkan Program Pendidikan Utama
Liputan6.com, Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (RAPBN) 2015 saat ini tengah disusun. Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh berharap pemerintahan ke depan
dapat melanjukan sejumlah program pendidikan yang utama.
Seperti program Pendidikan Menengah Universal (PMU), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidik Misi), pelatihan guru, dan kurikulum pendidikan.
"Prioritas ke depan, melanjutkan apa yang sudah dijadikan program saat ini. Harapan saya, tentu yang pertama program-program yang sangat esensial itu tetap bisa berlanjut," ujar dia di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Minggu (17/8/2014).
Namun, ia mengatakan saat ini APBN masih dalam tahap rancangan. Sehingga belum ada gambaran pasti mengenai detail anggaran untuk program-program pendidikan.
Oleh karena itu, sebelum 30 September, Mendikbud akan membahas RAPBN menjadi APBN bersama DPR RI. Karena masa jabatan anggota DPR akan habis pada 30 September, kemudian pada 1 Oktober Gedung DPR akan diduduki anggota baru.
Dalam pembahasan itu, Kemendikbud baru dapat mencantumkan alokasi anggaran program pendidikan dalam APBN 2015. Nantinya, itu akan dipakai sebagai dasar oleh pemerintahan berikutnya untuk menjalankan berbagai program.
"Meskipun juga pemerintahan akan datang punya kesempatan melakukan Perubahan di APBN Perubahan, monggo silahkan. Tapi postur itu akan terlihat dengan baik setelah nanti dibahas bersama DPR," jelas Nuh.
Seperti program Pendidikan Menengah Universal (PMU), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidik Misi), pelatihan guru, dan kurikulum pendidikan.
"Prioritas ke depan, melanjutkan apa yang sudah dijadikan program saat ini. Harapan saya, tentu yang pertama program-program yang sangat esensial itu tetap bisa berlanjut," ujar dia di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Minggu (17/8/2014).
Namun, ia mengatakan saat ini APBN masih dalam tahap rancangan. Sehingga belum ada gambaran pasti mengenai detail anggaran untuk program-program pendidikan.
Oleh karena itu, sebelum 30 September, Mendikbud akan membahas RAPBN menjadi APBN bersama DPR RI. Karena masa jabatan anggota DPR akan habis pada 30 September, kemudian pada 1 Oktober Gedung DPR akan diduduki anggota baru.
Dalam pembahasan itu, Kemendikbud baru dapat mencantumkan alokasi anggaran program pendidikan dalam APBN 2015. Nantinya, itu akan dipakai sebagai dasar oleh pemerintahan berikutnya untuk menjalankan berbagai program.
"Meskipun juga pemerintahan akan datang punya kesempatan melakukan Perubahan di APBN Perubahan, monggo silahkan. Tapi postur itu akan terlihat dengan baik setelah nanti dibahas bersama DPR," jelas Nuh.
Transisi Pendidikan di Indonesia ala Jokowi
Liputan6.com, Jakarta - Ada anggapan etika luhur bangsa Indonesia
mulai terkikis sedikit demi sedikit. Hal itu terlihat dari perilaku tak
etis yang tampil sehari-hari hingga merebaknya kasus-kasus korupsi.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (11/10/2014),
menyadari masalah tersebut Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi
mengajukan konsep Revolusi Mental yang akan dicangkokkan ke sistem
pendidikan dasar.
Kebiasaan-kebiasaan yang sering terjadi di masyarakat antara lain
motor yang berjalan di trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki,
orang-orang buang sampah sembarangan, dan anak-anak sekolah tawuran.
Sejumlah kebiasaan itu termasuk saling serobot di jalan sekarang
telah menjadi bagian hidup sehari-hari di banyak bagian negara
Indonesia.
Hal-hal tersebut dianggap biasa, dianggap wajar, dan kadang
dibenarkan dengan beragam alasan. Walau banyak juga yang mengakui hal
itu terjadi karena kurangnya pengendalian diri.
Banyak orangtua menuding perilaku tidak tertib semakin merebak karena
tiada lagi tokoh teladan hingga generasi muda pun sekadar meniru. Lalu
kemudian datang anggapan pendidikan moral dan etika seharusnya
mendapatkan porsi yang lebih besar.
Transisi pendidikan ala Jokowi, etika sederhana sehari-hari yang
terabaikan bisa berlanjut menjadi penyimpangan serius seperti korupsi.
Hal itulah yang menjadi perhatian presiden terpilih Jokowi. Jokowi pun
melontarkan ide pentingnya yaitu Revolusi Mental.
Senada dengan Jokowi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh
menilai, proses pendidikan harus mampu mengantar anak didik
mengembangkan karakter terbaik untuk anak Indonesia.
Itu berarti tumbuhnya rasa cinta nilai-nilai kemanusiaan, rasa ingin
tahu intelektual, serta rasa cinta dan bangga sebagai manusia Indonesia.
Titik berat pendidikan adalah pengembangan karakter luhur.
Tetapi mendidik manusia tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Tokoh pendidikan, Profesor Arief Rachman mengidentifikasi sejumlah
masalah teknis pada layanan pendidikan di Tanah Air, mulai dari belum
meratanya sarana pendidikan hingga perlu ditingkatkannya kualitas
guru-guru.
Bila masalah-masalah teknis bisa teratasi, potensi tiap siswa
termasuk potensi terbentuknya karakter luhur diharap lebih mudah
tercapai, walau semua perlu waktu. Pendidikan adalah investasi jangka
panjang.
Terlepas dari kendala yang mungkin masih harus diatasi presiden
terpilih Jokowi menilai porsi pendidikan untuk membentuk karakter luhur
memang harus ditambah.
Berbekal dengan karakter luhur yang kuat, generasi muda Indonesia
punya harga diri dan mampu menghadapi tantangan-tantangan besar.
Di tengah erosi nilai-nilai, perubahan etos manusia Indonesia ke arah lebih baik memang ditunggu-tunggu.
JK: Spirit Belajar Anak Desa Lebih Hebat
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla atau JK menuturkan pendidikan baru dibilang berhasil kalau bisa diterapkan langsung di lapangan atau dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan JK saat menerima pengajar muda dari Indonesia Mengajar di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (19/12/2014).
"Kemarin waktu Menteri Pendidikan (Anies Baswedan) uraikan kultur baru yang agak rumit, saya bergurau sama Pak Jokowi (Joko Widodo). Saya bilang kita kan sekolah yang sederhana saja bisa jadi begini. Jadi sebenarnya pada akhirnya semua pendidikan itu uji pokoknya adalah di lapangan," kata JK.
Dalam kesempatan ini pula, JK menyinggung Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP tapi bisa menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di pemerintahan saat ini. Ia melihat apa yang didapat Susi selama bersekolah langsung bisa diimplementasikan di kehidupan sehari.
"Saya ingin gambarkan menteri yang paling populer sekarang di kabinet, yang tamatan SMP bukan yang Phd," ujar JK.
JK juga menyampaikan anak-anak di desa lebih memiliki niat belajar dibanding anak yang tinggal di kota. Karena itu, 20% APBN dialokasikan pada pendidikan, agar pendidikan bisa menjangkau anak-anak di desa.
"Saya selalu katakan, anak desa sendiri fighting spirit-nya lebih hebat untuk belajar dari pada anak Jakarta. Cucu saya pergi ke sekolah jam 10, diantar mobil, AC, makan bawa bekal, dijemput. Coba anak desa jalan kaki 10 kilo untuk pergi sekolah. Spirit itu lebih hebat anak desa itu. Jadi Anda tinggal berikan sentuhan," tegas JK.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus pendiri Indonesia Mengajar, Anies Baswedan yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menambahkan pentingnya minat membaca ditingkatkan. Minat membaca harus dimulai oleh para orangtua dan guru.
"Itu gurunya, gurunya harus punya minat baca. Orangtuanya harus punya minat baca. Lalu anak-anaknya diajak punya minat baca," ungkap Anies.
Selain itu, Menteri Anies mendukung diterapkan jam baca di tiap wilayah di Indonesia. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menghabiskan malam hari dengan menonton televisi saja.
"Lalu bagi masyarakat di komunitas yang memiliki RT/RW, buatlah jam belajar, jam membaca. Jadi jangan hanya nonton TV tapi jam baca digalakkan. Kalau RT/RW bersemangat mengemban itu insya Allah yang lain-lain akan bersemangat," tandas Menteri Pendidikan. (Ans)
Hal itu disampaikan JK saat menerima pengajar muda dari Indonesia Mengajar di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (19/12/2014).
"Kemarin waktu Menteri Pendidikan (Anies Baswedan) uraikan kultur baru yang agak rumit, saya bergurau sama Pak Jokowi (Joko Widodo). Saya bilang kita kan sekolah yang sederhana saja bisa jadi begini. Jadi sebenarnya pada akhirnya semua pendidikan itu uji pokoknya adalah di lapangan," kata JK.
Dalam kesempatan ini pula, JK menyinggung Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP tapi bisa menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di pemerintahan saat ini. Ia melihat apa yang didapat Susi selama bersekolah langsung bisa diimplementasikan di kehidupan sehari.
"Saya ingin gambarkan menteri yang paling populer sekarang di kabinet, yang tamatan SMP bukan yang Phd," ujar JK.
JK juga menyampaikan anak-anak di desa lebih memiliki niat belajar dibanding anak yang tinggal di kota. Karena itu, 20% APBN dialokasikan pada pendidikan, agar pendidikan bisa menjangkau anak-anak di desa.
"Saya selalu katakan, anak desa sendiri fighting spirit-nya lebih hebat untuk belajar dari pada anak Jakarta. Cucu saya pergi ke sekolah jam 10, diantar mobil, AC, makan bawa bekal, dijemput. Coba anak desa jalan kaki 10 kilo untuk pergi sekolah. Spirit itu lebih hebat anak desa itu. Jadi Anda tinggal berikan sentuhan," tegas JK.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus pendiri Indonesia Mengajar, Anies Baswedan yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menambahkan pentingnya minat membaca ditingkatkan. Minat membaca harus dimulai oleh para orangtua dan guru.
"Itu gurunya, gurunya harus punya minat baca. Orangtuanya harus punya minat baca. Lalu anak-anaknya diajak punya minat baca," ungkap Anies.
Selain itu, Menteri Anies mendukung diterapkan jam baca di tiap wilayah di Indonesia. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menghabiskan malam hari dengan menonton televisi saja.
"Lalu bagi masyarakat di komunitas yang memiliki RT/RW, buatlah jam belajar, jam membaca. Jadi jangan hanya nonton TV tapi jam baca digalakkan. Kalau RT/RW bersemangat mengemban itu insya Allah yang lain-lain akan bersemangat," tandas Menteri Pendidikan. (Ans)
KEBIJAKAN PENDIDIKAN Pemerintah Jokowi-JK Hadapi 6 Tantangan
Solopos.com, JAKARTA – Pengamat pendidikan Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Titik Handayani Pantjoro menyebut ada
enam tantangan dunia pendidikan bagi pemerintahan baru yang akan
dipimpin Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf
Kalla.
“Berdasarkan hasil penelitian PPK-LIPI, untuk mempersiapkan generasi
mendatang dengan peningkatan akses pendidikan pada jenjang lebih tinggi
melalui kebijakan PMU [pendidikan menengah universal] 12 tahun akan
menghadapi enam tantangan dalam implementasinya,” kata Titik, Senin
(1/9/2014). Keenam tantangan itu adalah pertama, belum
tercapainya target program Wajar Dikdas Sembilan Tahun dan berdasarkan
data Kemendikbud angka partisipasi kasar (APK) SMP/MTs telah mencapai
98,11 persen pada tahun 2009. Menurut Inpres No.5 Tahun 2006 tentang
Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Sembilan Tahun dan
Pemberantasan Buta Aksara, APK SMP/MTs dan sederajat sebesar 95 persen
pada tahun 2005. Selain itu, menurut Renstra Depdiknas Tahun 2005-2009,
APK SMP/MTs dan sederajat sebesar 98 persen pada tahun 2009.
“Secara agregat di tingkat nasional sudah tercapai, akan tetapi pada
tingkat provinsi masih terdapat 14 provinsi yang mempunyai capaian di
bawah APK nasional atau belum mencapai ketuntasan sesuai target,”
ungkapnya. Dia menyebutkan provinsi tersebut, di antaranya Provinsi
Papua baru mencapai 43,6 persen, Provinsi Kalimantan Barat (59,51
persen), dan Provinsi Papua Barat (59,65 persen).
Pada tingkat kabupaten-kota, lanjut dia, lebih dari setengah jumlah
kabupaten di Indonesia, yakni 238 dari 386 kabupaten atau sebesar 62
persen capaian APK-nya masih di bawah target nasional tahun 2009. “Pada
tingkat kota masih ada enam kota (6 persen dari 97 kota) yang capaian
APK-nya masih di bawah target nasional tahun 2009,” tuturnya.
Titik mengatakan tantangan kedua adalah terbatasnya daya tampung SMA/SMK dan sederajat. “Ketiga, ketersediaan jumlah guru atau pendidik yang mencukupi dan berkualitas,” ujarnya. Keempat persoalan pembiayaan pendidikan, kelima desentralisasi, dan keenam hambatan sosial budaya.
Disinggung mengenai kartu Indonesia Pintar (KIP), menurut Titik,
implementasinya harus diperhatikan karena pada kartu Jakarta pintar
(JKP) sendiri terdapat beberapa kelemahan, di antranya adalah soal
distribusi dan sasaran yang tidak tepat. “Sehingga, sebelum KIP
diterapkan maka harus dikaji ulang terutama dalam pendataan penerima KIP
karena syarat untuk mendapatkan KJP sangat mudah yaitu cukup
melampirkan surat keterangan tidak mampu,” tuturnya.
Selain itu, dia menyarankan untuk memperketat pengawasan dengan
membentuk tim pengawas khusus karena selama ini pengawasan KJP diberikan
pada guru, orang tua dan sekolah
Pemerintahan Jokowi-JK Akan Tambah Biaya Pendidikan di 2015
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Jokowi-JK dibidang ekonomi, Arif Budimanta mengungkapkan pemerintahan Jokowi-JK akan menambah anggaran pendidikan hampir 10 triliun pada tahun 2015.
"Sekarang kan wajib belajar hanya 9 tahun. Jadi di tahun 2015, bisa
sampai 12 tahun diseluruh Indonesia. Alokasi dana di RAPBN 2015 senilai
119,5 triliun," tutur Arif saat ditemui Tribunnews.com di Jalan Cemara
nomor 19, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2014).
Menurutnya, anggaran pendidikan di pemerintahan pusat itu sudah masuk kedalam program kartu Indonesia pintar.
"Anggaran dialokasikan melalui Kementerian Pendidikan lewat Dirjen
Pendidikan Dasar dan Menengah. Lalu diajukan melalui Rapat Banggar
(Badan Anggaran) RAPBN 2015," tandasnya.
Menurut Nota Keuangan 2015 yang dikeluarkan pemerintah saat ini,
anggaran pendidikan pada pemerintah pusat direncanakan Rp 119,459
triliun untuk tahun depan. Meningkat hampir 10 triliun, jika
dibandingkan dari tahun ini yang hanya di anggarkan sejumlah Rp 113,269
triliun.
Kata Arif, program Indonesia Pintar lebih memfokuskan untuk
pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Kalau untuk perkuliahan paling kita akan menambah beasiswa-beasiswa.
Tapi tidak menutup kemungkinan, secara perlahan biaya kuliah juga akan
di Gratiskan. Namun proses pengalihan dari konsumtif ke Produktif bisa
berjalan," kata Arif.
Artikel Pendidikan (Kurikulum 2013)
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill,
dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi,
aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun
disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran
wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada
setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang
diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua
kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama
dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK)
sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik
usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk
peserta didik SD dan SMP.
Sejak kurikulum ini mulai
diuji-cobakan 15 Juli 2013 yang dilaksanakan pada sekolah piloting pada
6.236 sekolah di seluruh Indonesia. Sekolah yang telah melaksanakan
Kurikulum 2013 berkisar 3,62% dan sekolah yang belum melaksanakan
Kurikulum 2013 ialah 96%. Tahun 2014 pemerintah pun menerapkan kurikulum
itu di setiap satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari SD berjumlah
116.000, SMP berjumlah 35.000, sampai ke sekolah menengah atas
(SMA/SMK/MA) yang lebih dari 16. 000 sekolah.
Pelaksanaan Kurikulum
2013 pada sekolah piloting satu tahun berjalan masih menimbulkan
permasalahan. Betapa banyak peserta didik yang hebat mengunduh informasi
dari dunia maya, tetapi mereka tidak mampu menuliskan dan
mengunggahnya. Setelah informasi diperoleh, peserta didik pun kesulitan
menyampaikannya secara ilmiah. Akankah kita biarkan peserta didik yang
tidak pandai menulis dan tidak tidak mampu berbicara ini?
Guru masa depan
diharapkan piawai membelajarkan siswa melalui sayap menulis dan
berbicara agar Kurikulum 2013 tidak tinggal nama. Implementasi
pendekatan saintifk Kurikulum 2013 telah mengisyaratkan kemampuan itu
melalui Permendiknas 81 A Tahun 2013. Guru yang tidak mau meng-upgrade
diri akan ditinggalkan zaman atau zaman yang akan meninggalkan mereka.
Akan berartikah di mata peserta didik jika tidak mampu menulis dan tidak
cakap menyampaikan ide secara baik dan benar?
Pendekataan saintifik
telah digadang-gadang Kurikulum 2013 bermuara pada kedua kemampuan
penopang kemampuan peserta didik dalam hal menulis dan berbicara. Untuk
mengomunikasikan keilmuannya, media elektronik internet dapat dijadikan
guru sebagai fasilitas langsung peserta didik untuk mewarnai
pembelajaran. Sebutlah pada tataran pengamatan, pertanyaan, dan
penalaran yang baik dapat diakses kapan saja oleh peserta didik.
Muaranya ialah peserta didik harus mampu menulis dan hebat berbicara
secara ilmiah.
Pengambil kebijakan dan
kepala sekolah patut merencanakan sederetan program yang dibutuhkan guru
dan peserta didik secara nyata. Terbatasnya model belajar, strategi,
dan metode pembelajaran guru dinyatakan pemicu lambatnya percepatan
pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah.
Guru hebat akan
membelajarkan peserta didiknya. Pelaksanaan penilaian autentik dengan
segala formatnya dirasa rumit sehingga menjadikan guru pasrah, tetapi
tak rela karena guru masih mencari format yang tepat.
Ketika seminar dan
ceramah-ceramah tidak mangkus lagi mendongkrak mutu belajar, saatnya
pengambil kebijakan mengiringinya dengan program supervisi yang jelas,
tegas, dan berkelanjutan.
Guru terpilih dengan
sebutan guru master atau guru inti pada Kurikulum 2013 masih berada pada
titik lembam. Nyaris tak bergerak atau tidak digerakkan dengan program
dan dana yang menggiringinya. Akibatnya siswa “mabuk” dengan label
Kurikulum 2013, sedangkan proses pembelajaran masih seperti “taralah”
juga.
Guru masa depan tidak
akan mengebiri perkembangan peserta didiknya. Didiklah peserta didik
sesuai zamannya. Ungkapan ini merupakan cimeti guru untuk berubah ke
arah lebih baik. Alangkah tak elok apabila masih ada guru yang mencari
pembenaran diri, seraya berkata, “Dulu saya menggajar seperti ini juga,
banyak peserta didik yang berhasil” mereka ‘jadi orang’ juga. Pernyataan
ini sudah tak zaman lagi. Faktor guru masih dijadikan sorotan utama
dalam mengaplikasikan kurikulum ini.
Perubahan kurikulum akan
menimbulkan penyempunaan cara belajar. Peserta didik berharap banyak
pada guru sambil berusaha keras untuk menunggu perubahan yang berarti.
Mereka ingin menjadi orang hebat, sedangkan program model pembelajaran
guru untuk mengaplikasikan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 masih
belum kokoh bagi guru. Peserta didik menunggu penyempurnaan pembelajaran
dari pemerintah. Inovatif guru sangat dinanti. Model pembelajaran yang
menyenangkan sangat mereka tunggu. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013
tegas menyatakan esensi perubahan Kurikulum 2013 tentang standar
kompetensi lulusan (SKL) yang bermuara pada kriteria kualifikasi sikap,
kemampuan, dan keterampilan. Pendekatan awal pengamatan dapat dilakukan
peserta didik dengan melihat, membaca, mendengar/menyimak.
Keterampilan bertanya pun
perlu dimiliki guru untuk memancing peserta didik mengembangkan diri
sambil mengasah daya nalar yang diukur dengan penilaian autentik.
Permendikbud Nomor 66
Tahun 2013 yang berisi tentang standar penilaian menuntut adanya format
yang harus disiapkan guru. Sementara orang tua peserta didik saat
menerima rapor tidak paham sepenuhnya dengan nilai rapor anaknya.
Selain tuntutan aturan,
guru sulit memberi alasan kepada orang tua peserta didik yang menanyakan
alasan sekolah mengkonversi nilai dari puluhan sampai 100 hingga diubah
menjadi nilai A, B, C, dan D.
Keterampilan berbicara
ilmiah dan melahirkan ide yang jelas sumbernya sangat penting dimiliki
peserta didik adar mereka bertanggungjawab, dan bekerja menurut
prosedurnya.
Ketidakmampuan peserta
didik menulis dan berbicara secara ilmiah akan berdampak nyata pada
pembelajaran untuk menyelesaiakan masalah fenomena kehidupan.
Di sini peran guru
memfungsikan kelas sebagai miniatur kehidupan nyata dengan memanfaatkan
berbagai sumber media cetak, elektronik, internet, dan teknologi di
sekolah.
Guru profesional
seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas
membimbing, membina, dan mengarahkan kemampuan maksimal peserta didik
belum terbiasa dengan teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi
teknologi.
Peran guru sangat penting
dan strategis, terutama dalam memberikan bimbingan, dorongan, semangat,
dan fasilitas kepada peserta didik.
Penguasaan terhadap iptek
memang harus diiringi pemahaman etika. Sikap yang baik akan melahirkan
peserta didik yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dirinya.
Dengan demikian, peserta didik akan mampu mengembangkan kapasitasnya
diri mereka hingga menjadi pribadi kuat, ulet, kreatif, disiplin, dan
berprestasi, sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman.
Peran pendidikan
sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu
masyarakat dan bangsa. Melalui Kurikulum 2013 bangsa akan kuat dan
memiliki kemampuan bersaing dengan bangsa lain. Kurikulum 2013
menghendaki karakteristik masyarakat pada abad 21 mampu menghadapi
tantangan melalui pembelajaran. Di sini nyali guru akan teruji untuk
menyongsong tantangan.
Guru profesional yang
berada pada masyarakat abad 21 dengan mudah mengakses informasi lewat
dunia maya dimimpikan mengangkat fenomena rendahnya mutu pendiidkan.
Guru yang profesional akan membelajarkan peserta didik untuk memiliki
ilmu pengetahuan, teknologi, berprestasi, dan beretika.
Tantangan bagi guru
profesional menghadapi globalisasi adalah membelajarkan peserta didik
sesuai zamannya berbingkai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
menanamkan sikap disiplin, kreatif, inovatif, dan kompetitif melalui
pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik diharapkan
ambil bagian pula bersama komite untuk menopang percepatan dan kecepatan
kemajuan pendidikan.
Kurikulum 2013 sesuai
yang digembar-gemborkan sebelumnya, diharapkan dapat memberikan harapan
baru dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang maju, mandiri, dan
dapat berdiri tegak di hadapan bangsa-bangsa lainnya.
Senin, 12 Januari 2015
Langganan:
Komentar (Atom)











