Sabtu, 21 Mei 2016

Proposisi
A.    Pengertian Proposisi
Sebuah Proposisi atau proposisi adalah sebuah kalimat deklaratif yang mempunyai tepat satu nilai kebenaran, yaitu: “Benar” (B) saja atau “Salah” (S) saja, tetapi tidak sekaligus keduanya.
1.      Pernyataan (Proposisi)
Di dalam matematika, tidak semua kalimat berhubungan dengan logika. Hanya kalimat yang bernilai benar atau salah saja yang digunakan dalam penalaran. Kalimat tersebut dinamakan proposisi (preposition).
Sebuah proposisi(proposition) atau statement ialah sebuah kalimat deklaratif yang memiliki tepat satu nilai kebenaran, yaitu:”Benar”(B) atau ”Salah”(S).
Kalimat tanya atau kalimat perintah tidak dianggap sebagai pernyataan.
Berikut ini adalah beberapa contoh proposisi :
Contoh 1 :
a.       1 + 2 = 3
b.      Presiden RI tahun 2005 adalah SBY
c.       6 adalah bilangan prima
d.      Warna bendera RI adalah biru dan merah
Contoh 2. Semua pernyataan di bawah ini bukan proposisi
a.       13 adalah bilangan ganjil
b.      Soekarno adalah alumnus UGM.
c.       1 + 1 = 2
d.      8 ³ akar kuadrat dari 8 + 8
e.       Ada monyet di bulan
f.       Hari ini adalah hari Rabu
g.      Untuk sembarang bilangan bulat n ³ 0, maka 2n adalah bilangan genap
h.      h. x + y = y + x untuk setiap x dan y bilangan riil

Kalimat-kalimat di atas adalah kalimat proposisi karena dapat diketahui benar/salahnya. Kalimat (a) dan (b) bernilai benar, sedangkan kalimat (c) dan (d) bernilai salah.
Kalimat-kalimat berikut bukan pernyataan :
a.       x + 2 = 10.
b.      Minumlah sirup ini dua kali sehari.
c.       Alangkah cantiknya gadis itu!
Jenis-jenis Kalimat Matematika ada dua jenis kalimat matematika:
a.       Kalimat tertutup, yaitu suatu kalimat yang nilai kebenarannya sudah pasti.
Contoh: 2 x 3 = 6 (kalimat tertutup yang pasti benar)
2 + 3 = 6 (kalimat tertutup yang pasti salah)
b.      Kalimat terbuka, yaitu suatu kalimat yang nilai kebenarannya belum pasti.
Contoh: x + 8 > 0, jika x = 1 akan menjadi Proposisi yang benar, namun jika x = -9 akan menjadi Proposisi yang salah
2.      Mengkombinasikan Proposisi
Kita dapat membentuk proposisi baru dengan cara mengkombinasikan satu atau lebih proposisi. Operator yang digunakan untuk mengkombinasikan proposisi disebut operator logika. Operator logika dasar yang digunakan adalah dan (and),atau (or), dan tidak (not). Dua operator pertama dinamakan operator biner karena operator tersebut mengoperasikan dua buah proposisi, sedangkan operator ketiga dinamakan operator unerkarena ia hanya membutuhkan satu buah proposisi.
Proposisi baru yang diperoleh dari pengkombinasian tersebut dinamakan proposisi majemuk (compound proposition). Proposisi yang bukan merupakan kombinasi proposisi lain disebut proposisi atomik. Dengan kata lain, proposisi majemuk disusun dari proposisi-proposisi atomik. Metode pengkombinasian proposisi dibahas oleh matematikawan Inggris yang bernama George Boole pada tahun 1854 di dalam bukunya yang terkenal, The Laws of  Thought.
Proposisi majemuk ada tiga macam, yaitu konjungsi, disjungsi, dan ingkaran.
a.      Proposisi majemuk
adalah gabungan dari proposisi-proposisi tunggal dengan menggunakan kata hubung logika.
Misalkan p dan q adalah proposisi.
·         Negasi
Untuk sembarang proposisi, p, yang memiliki nilai kebenaran, B/S, maka negasinya ditulis sebagai, ~p, memiliki nilai kebenaran lawannya, S/B.
Berikut ini adalah contoh negasi :
p : Palembang adalah ibukota propinsi Sumatera Selatan.
~p : Tidak benar Palembang adalah ibukota propinsi Sumatera    Selatan.
Atau
Palembang bukan ibukota propinsi Sumatera Selatan.
Di sini ~p salah karena p benar.
Tabel Kebenaran Dari Negasi :
P
~p
B
s
S
B

·         Konjungsi
Konjungsi p dan q dinyatakan dengan, pΛq, adalah sebuah proposisi yang bernilai benar jika proposisi p dan q keduanya bernilai benar.
Berikut ini adalah contoh konjungsi :
p : Hari ini hari Sabtu.
q : Matahari bersinar cerah.
pΛq : Hari ini hari Sabtu dan matahari berinar cerah.
Tabel Kebenaran Dari Konjungsi :
P
q
pΛq
B
B
B
B
s
s
S
B
s
S
s
s

·         Disjungsi
Disjungsi p dan q dinyatakan dengan, p vq, adalah proposisi yang bernilai salah jika proposisi p dan q keduanya bernilai salah.
Berikut ini adalah contoh disjungsi :
p : Hari ini hari Sabtu.
q : Matahari bersinar cerah.
p vq : Hari ini hari Sabtu atau matahari berinar cerah.
Tabel Kebenaran Dari Disjungsi :
P
~p
B
s
S
B

b.      Proposisi Majemuk 2 dan Latihan
·         Biimplikasi
“pÞq”
Biimplikasi merupakan Proposisi majemuk yang dinyatakan dengan kalimat: “p terjadi jika dan hanya jika q terjadi” .
Proposisi biimplikasi bernilai benar jika kedua Proposisi p dan q bernilai benar semua atau salah semua. Untuk kasus lainya bernilai salah.
P
q
pÞq
B
B
B
B
s
s
S
B
s
S
s
B
Disjungsi Eksklusif
Kata “atau” (or) dalam operasi logika digunakan dalam dua cara:
1.      Inclusive or
“atau” berarti “p atau q atau keduanya”
Contoh: “Tenaga IT yang dibutuhkan menguasai Bahasa C++ atau Java”.
2.      Exclusive or
“atau” berarti “p atau q tetapi bukan keduanya”.
Contoh:  “Ia lahir di Bandung atau di Padang”.
Operator logika disjungsi eksklusif: xor (Notasi: Å)
P
q
p Å q
B
B
s
B
s
B
S
B
B
S
s
s

Latihan: Diketahui proposisi-proposisi berikut:
p : Pemuda itu tinggi
q : Pemuda itu tampan
Nyatakan dalam bentuk simbolik:
a.       Pemuda itu tinggi dan tampan
b.      Pemuda itu tinggi tapi tidak tampan
c.       Pemuda itu tidak tinggi maupun tampan
d.      Tidak benar bahwa pemuda itu pendek atau tidak tampan
e.       Pemuda itu tinggi, atau pendek dan tampan
f.       Tidak benar bahwa pemuda itu pendek maupun tampan
Sumber :  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar