MATERI
Materi
disebut juga zat adalah sesuatu yang memiliki massa, volume dan sifat-sifat.
Materi dapat berwujud padat, cair, dan gas. Emas, tembaga, besi, garam, air,
dan udara adalah contoh-contoh materi yang kita kenal. Materi yang berwujud
padat biasanya memiliki bentuk dan volume tetap, selama tidak ada pengaruh dari
luar misalnya, sebatang emas akan memiliki bentuk dan volume tetap dimanapun
emas itu berada. Materi yang berupa zat cair dapat berubah-ubah bentuknya,
tergantung bentuk tempatnya. Di dalam botol, air akan mengambil bentuk botol,
sedangkan apabila air berada dalam gelas, maka air akan mengambil bentuk gelas.
Walaupun bentuknya dapat berubah, volume zat cair tetap. Materi yang berupa gas
akan mengisi seluruh ruang yang tersedia, jadi bentuk dan volume gas tidak
tetap.
SIFAT MATERI
Jenis materi
dikenal berdasarkan sifat-sifatnya dan dibedakan menjadi dua macam, yaitu sifat
kimia dan sifat fisika.
1. Sifat Kimia,

berkaitan dengan peristiwa kimia.
Contoh :
Keterbakaran : Tingkat kemudahan
suatu materi dapat terbakar.
§ Asbes, besi,
alumunium, air tidak bisa terbakar
§ Minyak lebih
mudah terbakar daripada kayu
Kereaktipan : Mudah atau tidaknya
suatu bereaksi.
§ Zat-zat yang
dapat terionisasi soda abu, asam sulfat, asam klorida, garam dapur, kalium
sulfat
§ Kapur sirih
dan gas karbon dioksida.
2. Sifat Fisika,

berkaitan dengan peristiwa fisika.
misalnya : massa jenis, titik didih,
titik lebur, kalor lebur, rasa, warna, dan bau.
Contoh :
§ Hidrogen
sulfida, zat yang tidak dapat dilihat, tetapi dikenal dengan baunya.
§ Air massa
jenisnya 1 gram siap dan titik didihnya 100o C.
§ Besi melebur
pada 1500o C.
PERUBAHAN MATERI
Perubahan materi dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu:
1. Perubahan
Kimia, perubahan pada suatu materi yang dapat menghasilkan jenis baru. Materi
jenis baru yang terbentuk memiliki sifat berbeda dengan sifat materi semula.
Contoh : nasi membusuk, susu basi, makanan basi, telur asin, besi berkarat, pembakaran kertas, dll.
Contoh : nasi membusuk, susu basi, makanan basi, telur asin, besi berkarat, pembakaran kertas, dll.
2. Perubahan
Fisika, perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat baru. Perubahan ini
terjadi karena hanya berupa perubahan wujud. Pada perubahan fisika, perubahan
hanya dapat terjadi pada bentuk, ukuran, dan warna materi.
Contoh : air menguap, es mencari, lampu pijar menyala, embun, proses penyaringan, perubahan kawat alumunium menjadi lempengan alumunium, gula dilarutkan dalam air, dll.
Contoh : air menguap, es mencari, lampu pijar menyala, embun, proses penyaringan, perubahan kawat alumunium menjadi lempengan alumunium, gula dilarutkan dalam air, dll.
KLASIFIKASI MATERI
Berdasarkan wujudnya :
1. Padat
2. Cair
3. Gas
4. Plasma
–berwujud gas, tetapi memiliki kerapat partikel yang sangat tinggi, terbentuk
dari lingkungan dengan suhu yang sangat tinggi, disebut juga gas terionisasi.
Berdasarkan sifat daya hantar
listrik :
1. Konduktor,
dapat menghantarkan listrik atau panas dengan baik.
Contohnya : besi dan baja.
Contohnya : besi dan baja.
2. Isolator,
tidak dapat menghantarkan listrik atau panas.
Contohnya : plastik dan kayu
Contohnya : plastik dan kayu
Berdasarkan sifat kemagnetannya :
1. Benda
magnetik, dapat ditarik kuat oleh magnet.
2. Benda
nonmagnetik, tidak dapat ditarik oleh magnet.
UNSUR DAN SISTEM PERIODIK
Unsur adalah zat murni yang dapat
diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.
Penulisan lambang unsur mengikuti
aturan sebagai berikut:
§ Lambang
unsur diambil dari singkatan nama unsur.
§ Beberapa
lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut.
Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.
§ Lambang
unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
§ Untuk Unsur
yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis
dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
§ Unsur-unsur
yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur
diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain
yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk
radon.
Secara umum unsur terbagi menjadi
dua kelompok yaitu:
§ Unsur Logam:
umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik
didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan, dan dapt menghantarkan panas atau
arus listrik.
§ Unsur Non
Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh
tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.
Senyawa adalah zat yang terbentuk
dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan
dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan.
Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe)
dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya
melalui reaksi penguraian. Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan
unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur
pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat
memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia
senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas
hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.
Campuran adalah gabungan dari dua
zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama
dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan
yang berasa manis.Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya.
§ Campuran
Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan
santan.
§ Campuran
heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air
dan pasir.
Campuran dapat dipisahikan menjadi
zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya
dengan penyaringan.
SISTEM PERIODIK UNSUR
Disusun berdasarkan kenaikan nomor
atom dan kemiripan sifat. Lajur horizontal, yang selanjutnya disebut periode,
disusun menurut kenaikan nomor atom, sedangkan lajur vertikal, yang selanjutnya
disebut golongan, disusun menurut kemiripan sifat.
Unsur segolongan bukannya mempunyai
sifat yang sama, melainkan mempunyai kemiripan sifat. Setiap unsur memiliki
sifat khas yang membedakannya dari unsur lainnya. Unsur-unsur dalam sistem
periodik dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu unsur-unsur yang menempati
golongan A yang disebut unsur golongan utama, dan unsur-unsur yang menempati
golongan B yang disebut unsur transisi (James E. Brady, 1990).
Sistem periodik unsur modern yang
disebut juga sistem periodik bentuk panjang, terdiri atas 7 periode dan 8
golongan. Periode 1, 2, dan 3 disebut periode pendek karena berisi sedikit
unsur, sedangkan periode lainnya disebut periode panjang. Golongan terbagi atas
golongan A dan golongan B. Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama,
sedangkan golongan B disebut golongan transisi. Golongan-golongan B terletak
antara golongan IIA dan IIIA. Golongan B mulai terdapat pada periode 4.
Dalam sistem periodik unsur yang
terbaru, golongan ditandai dengan golongan 1 sampai dengan golongan 18 secara
berurutan dari kiri ke kanan. Dengan cara ini, maka unsur transisi terletak
pada golongan 3 sampai dengan golongan 12.
1. Periode
Sistem periodik unsur modern mempunyai 7 periode. Unsur-unsur yang mempunyai jumlah kulit yang sama pada konfigurasi elektronnya, terletak pada periode yang sama. Nomor Periode = Jumlah Kulit
Sistem periodik unsur modern mempunyai 7 periode. Unsur-unsur yang mempunyai jumlah kulit yang sama pada konfigurasi elektronnya, terletak pada periode yang sama. Nomor Periode = Jumlah Kulit
2. Golongan
Sistem periodik unsur modern mempunyai 8 golongan utama (A). Unsur-unsur pada sistem periodik modern yang mempunyai elektron valensi (elektron kulit terluar) sama pada konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur tersebut terletak pada golongan yang sama (golongan utama/A). Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi
Sistem periodik unsur modern mempunyai 8 golongan utama (A). Unsur-unsur pada sistem periodik modern yang mempunyai elektron valensi (elektron kulit terluar) sama pada konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur tersebut terletak pada golongan yang sama (golongan utama/A). Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi
ENERGI
Energi adalah kemampuan suatu benda
atau sistem untuk melakukan kerja. Energi dapat memindahkan materi dari suatu
tempat ketempat lain. Energi dapat mempunyai berbagai bentuk, antara lain
gerak, cahaya, panas, tenaga kimia, tenaga atom, dll.
Bentuk-bentuk energi, antara lain :
§ Energi Mekanik
dibedakan menjadi 2, yaitu energi potensial dan energi kinetik. Energi
potensial bersifat tidak aktif atau ditempat, sedangkan energi kinetik bersifat
aktif. Contohnya jika bola jatuh saat bolah jatuh dinamakan energi kinetik.
§ Energi kimia
adalah energi yang terkandung dalam zat, misal makanan, bahan bakar atau aki.
§ Energi
listrik, berasal dari arus listrik sebagai akibat dari gesekan benda-benda.
§ Energi
cahaya merupakan gelombang elektromagnetik, misal yang dipancarkan dari
matahari atau lampu pijar.
§ Energi bunyi
dihasilkan oleh benda yang bergetar, misal gitar yang dipetik atau bel listrik.
§ Energi
nuklir berasal dari reaksi pembelahan atom (reaksi fisi) atau penggabungan atom
(reaksi fusi).
Referensi :
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/ ; http://belajar-kimia-dasar.blogspot.com/2009/07/materi-dan-perubahannya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar