Asal
Mula Kehidupan di Bumi
Bumi ini dahulu kala
terbentuk dalam keadaan yang sangat panas dan dalam keadaan pijar secara
berlahan – lahan bumi menjadi lebih kondensasi atau menjadi lebih dingin
sehingga menjadi suatu saat terbentuk kerak bumi. Bagian bumi yang berbentuk
cair membentuk samudra atau hidrosfer , bagian yang bertugas disebut atmosfer ,
dan bagian yang berbentuk padat disebut litosfer. Pda saat ini kulit bumi
tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup kita sebut sebagai biosfer.
Maka pertanyaan yang timbul dibumi adalah darimana dan kapan kah mahluk-makhluk
hidup itu datang atau timbul di bumi ini?Bagaiman pula ia dapat menjadi begitu
banyak dan beraneka ragam?Bahkan pertanyaan sampai kepada asal usul manusia,
benarkah manusia berasal dari monyet?
Sejak berabad-abad yang lalu hingga sekarang asal usul kehidupan di bumi
menjadi bahan perdebatan , sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan. Misalnya
seperti pertanyaan manakah diantara telur ayam yang lebih dulu ada. Pertanyaan
ini sepele tetapi sangat sulit dijawab.Jika ayam lebih dulu ada, berarti
kehidupan dimulai dari tahap dewasa kemudian ayam harus menemukan pasangan
hidup agar mampu bertelur.Dan jika telur lebih dulu ada, berarti semua makhluk
hidup berasal dari telur atau semacamnya kemudian tumbuh dan dewasa.Namun, dari
manakah telur berasal jika tidak ada ayam? Bagaimana bias tercipta ayam jika
tidak berasal dari telur? Kedua pertanyaan ini sama dengan pertanyaan “ Dari
manakah asal usul kehidupan dan bagaimanakah kehidupan terjadi?”. Banyak teori
yang dikemukakan oleh para ahli biologi tentang asal usul kehidupan, tetapi
hingga saat ini pun belum ada jawaban yang memuaskan.Teori tentang asal usul
kehidupan yang pernah berkembang di antaranya teori abiogenesis, teori
biogenesis, teori cosmozonic, teori penciptaan, teori evolusi kimia.
· Makhluk
hidup
Dalam mempelajari makhluk hidup secara menyeluruh harus lah dipelajari
dahulu ciri-ciri hidup yang tidak tertentu tergantung pada waktu dan
ruang.Pertanyaan mengenai Apakah hidup itu? Bagaiman mahluk hidup tercipta pada
masa lalu ?bagaimana kehidupan itu terjadi pada makhluk hidup sekarang ini?
Bagaimana asal usul hidup itu?Apakah perbedaan antara makhluk hidup dan makhluk
tak hidup? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus dijawab terlebih dahulu
walaupun sulit
Suatu benda dikatakan benda hidup atau makhluk hidup apabila memiliki
ciri-ciri hidup. Kriteria hidup itu adalah sebagai berikut:
* Metabolisme
Metabolisme atau pertukaran zat artinya ada zat yang masuk pengambilan makanan
) dan yang keluar (respirasi/pernapasan). semua makhluk hidup melakukan proses
kimia yang kita namakan
metabolisme(yunani:metabole=perubahan).
* Pertumbuhan
Makhluk hidup mampu mengalami pertumbuhan , artinya semula kecil kemudian
bertambah besar karena pertambahan dari dalam.Tumbuh karena peningkatan masa
sel ,dapat terjadi karena ukuran sel menjadi bertambah besar atau karena
pertambahan jumlah sel atau kedua-duanya. Pada makhluk tak hidup tidak ada
pertumbuhan .
* Reproduksi
Reproduksi atau
berkembang biak artinya semula jumlahnya sedikit ,keudian jumlah itu menjadi
banyak. Proses reproduksi pada bentuk sederhana adalah pembelahan sel, yakni
pembelahan satu individu menjadi dua. Pada perkembangan lebih lanjut,
reproduksi menyangkut pembentukan sel-sel telur dan sperma yang menyatu menjadi
baru.Pada beberapa makhluk hidup terjadi meta genesis, dimana zigot tidak
langsung menjadi individu dewasa, tetapi melalui fase-fase turunan generatif
dan vegetatif dan aseksual .
* Iritabilita
Makhluk hidup memiliki iritabilita atau kepekaan terhadap rangsangan dan
memberikan reaksi terhadap rangsangan itu , tanggapan ini berguna bagi
keselamatan hidupnya. Rangsangan datang dapat berupa fisik dan kimia
disekitarnya misalnya cahaya ,suhu tekanan , suara ,perubahan komposisi kimiawi
dari tanah .air dan sebagainya. Pada prinsipnya semua makhluk hidup bik tingkat
rendah maupun tingkat tinggi memberi tanggapan atau peka terhadap rangsangan.
* Gerak
Makhluk hidup mengadakan gerak.Gerakan pada kebanyakan hewanb terlihat
dengan jelas, tetapi pada tumbuhan kurang jelas dan lambat. Bergerak aktif
merupakan salah kriteria hidup yang tidak mutlak . Hal ini ada beberapa makhluk
hidup sama sekali tidak menunjukan gerak , tetapi memiliki kritteria keempat
hal yang telah disebutkan diatas misalnya,plasmodium yang ada di dalam darah
penderiota tidak bergerak sama sekali ,perpindahannya keberbagai bagian tubuh
karena hanya mengikuti aliran darah manusia saja.
* Adaptasi
Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan
sekitarnya adalah merupakan ciri yang memungkinkan makhluk hidup bertahan pada
lingkungan yang terus berubah.Setiap spesies makhluk hidup menyesuaikan diri
denagn mencari lingkungan yang cocok dengan lingkungannya. Adaptasi dapat
berupa perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat atau lambat.
Teori Asal Usul Kehidupan
1. Teori
Cosmozoa
Teori
ini mengatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi dari bagian lain alam semesta
ini. Asumsi yang mendasari teori ini adalah (a) benda hidup itu ada atau telah
ada di suatu tempat dalam alam semesta ini, (b) hidup itu dapat dipertahankan
selama perjalanan antar benda angkasa ke bumi.
2. Teori
Pfsuger
Teori
ini mengatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali,
kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen berbentuk senyawa
cyanogens (CN), dimana senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat
tinggi dan selanjutnya berbentuk zat protein sebagai pembentuk protoplasma yang
akan menjadi makhluk hidup.
3. Teori
Moore
Mengatakan
bahwa makhluk hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik
pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam
larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah
makhluk hidup.
4. Teori
Allen
Mengatakan
bahwa pada saat keadaan fisik bumi ini seperti keadaan sekarang, beberapa
reaksi terjadi, yaitu reaksi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat
besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dan materi-materi. Interaksi
antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di
muka bumi akan membentuk zat-zat yang akhirnya membentuk protoplasma benda
hidup.
5. Teori
Transedental atau Penciptaan
Merupakan
jawaban secara religi bahwa makhluk hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau
Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains.
6. Teori
Abiogenesis atau Generatio Spontanea
Teori
ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan yang bernama Aristoteles, dia mengatakan
bahwa makhluk hidup terjadi secara spontan. Hal tersebut berdasarkan pengamatan
seperti cacing berasal dari lumpur, ulat berasal dari daging yang membusuk.
7. Teori
Fransisco Redi (1626-1697)
Redi
pernah melakukan eksperimen menggunakan keratan daging segar yang dimasukkan ke
dalam labu-labu/ gelas-gelas yang sebagian dibiarkan terbuka dan yang lainnya
ditutup rapat. Setelah beberapa hari diamati, gelas yang terbuka dihinggapi
lalat dan lalat tersebut kemudian bertelur di sana. Akhirnya muncullah
ulat-ulat pada daging yang mulai membusuk pada gelas tanpa tutup tersebut.
Sebaliknya gelas yang ditutup rapat tidak ditemukan adanya ulat/ kesimpulan
yang dapat diambil adalah asal mula kehidupan dari teluromne vivum ex
ovo.
8. Percobaan
Lazzaro Spalanzani (1729-1799)
Dia
melakukan eksperimen dengan menggunakan air kaldu yang dimasukkan dalam tabung
reaksi dengan perlakuan yang berbeda-beda. Dalam tabung reaksi I diisi air
kaldu dan ditutup rapat-rapat kemudian disimpan. Tabung reaksi II diisi kaldu,
dipanaskan ± 15 menit, ditutup rapat kemudian disimpan. Tabung raksi III diisi
air kaldu terus dipanaskan ± 15 menit kemudian disimpan tanpa diberi tutup.
Setelah beberapa hari diamati ternyata tabung reaksi I dan III dijumpai ada
jasad renik/kehidupan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa adanya telur
harus ada jasad renik dulu atau omne ovum ex vivo.
9. Teori
Biogenesis
Dikemukakan
oleh Louis Pasteur (1822-1895) yang melakukan eksperimen dengan menggunakan air
kaldu dengan labunya yang berbentuk leher angsa. Kesimpulan dari eksperimennya
adalah kehidupan yang terjadi karena adanya kehidupan sebelumnya, dan segala
sesuatu yang hidup berasal dari telur atau omne vivum ex ovo, omne ex
vivo. Adanya teori Biogenesis menggugurkan teori Abiogenesis.
10. Harold
urey (1893)
Berpendapat
bahwa atmosfer di bumi suatu saat kaya akan zat-zat kimia seperti
CH4 (Metana), NH3 (Amoniak), H2 (Hidrogen) yang
bersama-sama uap air akan bereaksi dengan sinar kosmis dan loncatan-loncatan/
kilatan-kilatan listrik alam (petir) dapat membentuk senyawa protein yang
merupakan komponen dasar dari makhluk hidup. Zat-zat ini berjuta-juta tahun
berkembang menjadi berbagai organisme.
11. Oparin
Pada
tahun 1924 mempublikasikan pendapatnya tentang asal mula kehidupan, namun
kurang diterima ahli-ahli lain. Akan tetapi setelah diterbitkan ke dalam
berbagai bahasa pada tahun 1936 barulah mendapat tanggapan. Pada saat yang
hampir bersamaan secara terpisah I.B.S Haldane juga mengemukakan pendapat yang
serupa dengan Oparin. Rangkuman pendapat mereka sebagai berikut : “Jasad hidup
terbentuk dari senyawa-senyawa kimiawi dalam laut pada masa atmosfer bumi belum
mengandung oksigen bebas (O2), asam amino sederhana, purine, pirimidin,
golongan gula; kemudian terbentuk juga senyawa-senyawa polipeptida, asam
polinukleat, polisakarida yang terbentuk dengan bantuan sinar ultraviolet, petir
dan sinar radiasi. Jasad hidup yang pertama disebut protobiont diperkirakan
hidup di dalam laut 5-10 m di bawah permukaan laut, karena di tempat itulah
mereka akan terlindungi dari sinar ultraviolet intensitas tinggi dari matahari.
Baru setelah jasad hidup itu berkembang lebih sempurna dan mampu untuk
memproduksi oksigen, kemudian lama kelamaan kehidupan merayap ke pantai-pantai
dan terakhir memenuhi daratan.”
12. Stanley
L. Miller (1953)
Mengadakan
percobaan dengan bunga-bunga api listrik dan sumber listrik bertegangan tinggi
ke suatu saluran yang di dalamnya terdapat larutan uap yang mengandung metana,
amoniak, dan nitrogen. Dari percobaan itu terbentuk senyawa-senyawa organik
seperti asam amino dan deoksiribosa serta asam nukleat. Ini semua merupakan senyawa-senyawa
dasar yang biasanya ditemukan pada setiap jasad hidup. Kesimpulan percobaan ini
adalah : kehidupan ada karena kehidupan sebelumnya, unsur yang paling banyak
dalam makhluk hidup adalah oksigen, persenyawaan yang terbanyak dalam makhluk
hidup adalah air.
Perbedaan antara teori Abiogenesis
dan Biogenesis

Abiogenesis menyatakan bahwa asal usul kehidupan adalah
karena bahan tak hidup lain, atau merupakan mekanisme spontan, sedangkan
biogenesis mengungkapkan bahwa asal usul kehidupan adalah karena organisme
hidup lain yang sudah ada sebelumnya atau sel.
Abiogenesis gagal membuktikan secara eksperimental
sementara biogenesis itu dibuktikan secara eksperimen oleh banyak ilmuwan.
Percobaan yang dilakukan para ahli
1.
Omne Vivum ex Ovo
Francisco
Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada
bangkai tikus berasal telur lalat. Kemudian mengemukakan pendapat bahwa dari
telur atau Omne Vivum ex Ovo.
2.
Omne Ovo ex Vivo
Lazarro
Spallazani (1729-1799), ahli Biologi Italia, dapat membuktikan bahwa
mikroorganisme atau jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu.
Jika dididihkan kemudian ditutup rapat-rapat, maka pembusukkan tidak terjadi.
Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup, atau Omne Ovo ex Vivo.
3.
Omne Vivum ex Vivo
Louis
Pasteur (1822-1895), sarjana kimia Perancis, melanjutkan percobaan Spallanzia,
yakni dengan menggunakan berbagai mikroorganisme. Ia berkesimpulan bahwa, agar
timbul kehidupan baru, harus ada kehidupan sebelumnya atau Omne Vivum ex Vivo.
Teori ini disebut juga Biogenesis. Dengan teori ini maka teori Abigenesis mulai ditinggalkan orang.
4.
Teori Uray
Harold Uray
(1893), ahli kimia Amerika mengemukakan bahwa atmosfer pada mulanya kaya akan
gas-gas metan (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2), dan H2O. Zat-zat ini merupakan unsure penting dalam tubuh
makhluk hidup.
Diduga karena adanya energi dari aliran listrik halilintar
dan radiasi sinar kosmos, unsure-unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk
zat-zat hidup. Zat hidup yang mulanya terbentuk kira-kira sama dengan virus
yang kita kenal sekarang. Zat ini setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi
organisme.
5.
Teori Oparin – Haldene
Oparin,
ahli biologi Rusia (1938), dan J.B.S Haldene, ahli biologi Inggris, secara
terpisah mengemukakan pendapat yang sama mengenai asal mula kehidupan. Secara
singkat pendapatnya adalah sebagai berikut: “Jasad hidup terbentuk dari senyawa
kimia dalam laut pada saat atmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas”. Jasad
hidup pertama disebut protobiont,
diperkirakan hidup di dalam laut kira-kira 10 m dibawah permukaan laut.
Tahun 1953, Stanley L. Miller, seorang murid Uray membuat
percobaan yang sangat berhasil. Percobaannya dilakukan untuk menguji anggapan
bahwa pada kondisi awal dari atmosfer bumi yang kaya akan metan, amoniak,
hydrogen, dan air. Dengan bantuan kilatan listrik dan suhu yang cukup, dapat
terbentuk senyawa-senyawa organic, termasuk asam amino, purin, primidin, gula
ribosa, maupun 2-dioksiribosa, asam nukleat, dan nukleosida seperti ATP. Semua
senyawa tersebut adalah senyawa dasar dari jasad.
Weisz, melanjutkan hipotesis Oparin, disertai bekal teori
Uray, yang telah diuji kebenarannya oleh Miller (1961). Menurut Weisz,
penggabungan senyawa kimia itu berlangsung menjadi molekul-molekul yang lebih
besar dan kompleks. Salah satu ikatan yang banyak nitu berbentuk asam nuklein
yang terdiri dari gula-fosfat-purin-primidin-asam amino. Rantai ini cenderung
untuk mengikat rantai-rantai dari sekitarnya, sehingga terjadilah rantai ganda
yang setangkup. Kemudian rantai yang satu melepaskan diri dari yang pertama
alam bentuk duplikat. Mulai dari sinilah, mungkin terjadi loncatan tingkah laku
kimiawi dari sifat tak hidup ke sifat hidup. Pada saat rantai yang tadi
mengikat rantai yang sama, boleh kita sebut sebagai reproduksi yang pertama.
Referensi :
